Perdana Menteri baru Australia, Tony Abbott akan mengunjungi Jakarta pada Senin, 30 September 2013 mendatang. Dalam kunjungan pertamanya usai dilantik sebagai PM, Abbott akan membahas isu-isu yang menjadi prioritas kedua negara yang tertulis dalam kerangka Kemitraan Komprehensif.
Menurut keterangan pers Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional kepada VIVAnews, Jumat 27 September 2013, ada isu yang akan dibahas. Di antara adalah kerjasama ekonomi dan kerjasama sosial kebudayaan, termasuk hubungan antar warga.
Selain itu, kedua pemimpin akan bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global yang jadi kepentingan bersama, seperti kerjasama di forum East Asia Summit, APE, G20 dan PBB.
"Ketetapan PM Abbott untuk memulai masa pemerintahannya dengan melakukan lawatan ke Indonesia mencerminkan semangat untuk melanjutkan, dan bahkan memperkuat, kerja sama di antara kedua negara. Diharapkan kunjungan PM Tony Abbott akan semakin meningkatkan kerjasama bilateral, yang selama ini telah berkembang pesat di bawah naungan Kemitraan Komprehensif tahun 2005," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah.
Di berbagai media Australia, disebutkan juga pertemuan antara kedua kepala negara akan membicarakan masalah pencari suaka. Menurut laman ABC, kebijakan baru Abbott yang berniat untuk memulangkan kembali perahu pencari suaka ke Indonesia telah dikritik oleh banyak pihak.
Salah satunya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Hal itu disampaikan Marty ketika bertemu dengan Menlu Australia, Julie Bishop, di sidang Dewan Keamanan PBB pekan ini.
Marty mengatakan khawatir sikap sepihak yang dilakukan Pemerintah Australia akan membahayakan hubungan kerjasama dan kepercayaan antara kedua negara. "Oleh sebab itu, hal ini sebaiknya dihindari," ungkap Marty seperti tertulis dalam rilis Kemlu.
Indonesia sebelumnya juga telah memperingatkan Angkatan Laut Australia yang berniat untuk mencegat dan memaksa perahu nelayan Indonesia penuh dengan para pencari suaka kembali ke tanah air sebagai pelanggaran kedaulatan.
Namun di mata Mantan Menlu Alexander Downer, kalimat Marty hanyalah sebuah retorika belaka. Menurut pria yang menjabat sebagai Menlu selama 11 tahun itu, justru Indonesialah yang telah melanggar hukum yang berlaku di Australia.
"Perahu berbendera Indonesia dengan kru WNI telah melanggar hukum kami, karena mereka membawa para pencari suaka ke perairan Australia. Ini jelas pelanggaran kedaulatan," ungkap Downer saat diwawancarai ABC.
Namun Abbott memilih untuk tidak mengomentari pernyataan Downer itu dan tidak terlalu ambil pusing soal dampak potensial yang akan membahayakan hubungan bilateral kedua negara. Dalam kunjungan ke Jakarta, Abbott akan didampingi Menlu Bishop, Menteri Perdagangan, Andrew Robb, dan 20 pengusaha senior. Indonesia dianggap sebagai mitra dagang penting bagi Australia.
Menurut data dari ABC nilai perdagangan kedua negara mencapai AUD14,6 miliar atau Rp157 triliun. Abbott sebelumnya sudah pernah menyambangi Jakarta pada Oktober 2012 lalu, saat masih menjabat sebagai Ketua Oposisi Parlemen Australia. Dia akan berada di Jakarta hingga tanggal 1 Oktober mendatang, lalu kembali ke Indonesia dengan hadir di forum KTT 2013 APEC di Nusa Dua, Bali pada tanggal 7-8 Oktober 2013.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar